Selasa, 20 Desember 2016



Menanggapi tulisan dari Prof Dr Ir Saratri Wilonoyudho, MSI. Seharus Semarang melakukan survey tempat yang akan di jadikan sebagai lahan pembangunan agar tidak terjadi kesalahan dalam pembangunannya. Seperti yang di ketahui saat ini Semarang banyak bangunan pencakar langit, dan terus membagun bangunan tesebut tanpa menghiraukan dampak dari pembangunan tersebut.
            Jika seperti ini terus menerus semarang akan menjadi jakarta kedua yang setiap musim hujan tiba menjadi langganan banjir. Akhirnya masyarakat pun kena imbas banjir tersebut, masyarakat pun susah beraktivitas karena banjir tersebut perekonomian mereka pun pasti terganggu. Sebaiknya jika ingin membangun bangunan perhatikan juga daerah resapan tersebut agar air hujan tidak meluap kejalanan dan tidak menyebabkan banjir di berbagai daerah.
           

Sediakan juga ruangan hijau kota agar dapat meresap uap panas yang di hasilkan dari kendaraan bermotor, ruang hijau tersebut juga banyak manfaatnya jika di maksimalkan secara se utuhnya. Marilah kita selamatkan Semarang dari banjir di setiap tahunnya, dengan melakukan jangan membuang sampah sembarangan,beri ruang untung resapan air hujan,membangun tempat juga perhatikan resapan airnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar