Menanggapi
tulisan dari Prof Dr Ir Saratri Wilonoyudho, MSI. Seharus Semarang melakukan
survey tempat yang akan di jadikan sebagai lahan pembangunan agar tidak terjadi
kesalahan dalam pembangunannya. Seperti yang di ketahui saat ini Semarang
banyak bangunan pencakar langit, dan terus membagun bangunan tesebut tanpa
menghiraukan dampak dari pembangunan tersebut.
Jika seperti ini terus menerus semarang akan menjadi
jakarta kedua yang setiap musim hujan tiba menjadi langganan banjir. Akhirnya
masyarakat pun kena imbas banjir tersebut, masyarakat pun susah beraktivitas
karena banjir tersebut perekonomian mereka pun pasti terganggu. Sebaiknya jika
ingin membangun bangunan perhatikan juga daerah resapan tersebut agar air hujan
tidak meluap kejalanan dan tidak menyebabkan banjir di berbagai daerah.
Sediakan
juga ruangan hijau kota agar dapat meresap uap panas yang di hasilkan dari
kendaraan bermotor, ruang hijau tersebut juga banyak manfaatnya jika di maksimalkan
secara se utuhnya. Marilah kita selamatkan Semarang dari banjir di setiap
tahunnya, dengan melakukan jangan membuang sampah sembarangan,beri ruang untung
resapan air hujan,membangun tempat juga perhatikan resapan airnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar