dariku untuk ...
Malam juga wahai
kau seorang penyair dari kendal.
Hari ku yang pernah terlewat tetap
secerah matahari ketika siang hari yang menyinari bumi ini, hari ini terasa
agak berat ternyata keadaan logistik untuk akhir bulan mulai menipis dan ini
menjadikan hari ku berasa mendung dan untuk hari-hari ku ke depannya semoga
secerah mentari pagi yang memancarkan sinarnya untuk memberikan kebaikan.
Wahai kau penyair dari kendal.
Semoga menikmati kehidupan beberapa hari di kota orang. Selama 18-20 oktober
2016 kau mendapatkan ilmu baru,pengetahuan baru,teman baru dan pengalaman yang
tidak akan kau lupakan untuk perjalanan hidupmu yang kelak akan kau ceritakan
kepada istri dan juga anak cucumu, pasti ! istri dan anak cucumu merasa bangga
mempunyai seorang suami,ayah, kakek, sepertimu seorang penyair dari kendal,
seorang sastrawan muda dari kendal yang malang melintang di dunia sastra dan
bahasa, semoga hasilnya bisa di bagikan kepada kami seorang mahasiswa yang
berbahagia atau pura-pura berbahagia, agar kami bisa meniru jejakmu untuk
membuat karya yang begitu bagus dan banyak di sukai banyak orang. Berangkatlah
dengan rasa bahagia karena tidak semua orang bisa menjadi orang terpilih untuk
mewakili Jawa Tengah untuk mengahadiri musyawarah sastrawan di Badan Bahasa
Jakarta. Semoga kau di perjalan ketika menuju jakarta tetap berkarya entah
menciptakan sebuah puisi atau apakah yang bisa untuk kau simpan sebagai saksi
bisu dari perjalanan menuju istana Badan Bahasa.
Penyairku yang di banggakan. Semoga
kau memahami isi dari surat ini dan semoga engkau tidak ingin untuk minum obat
antimo agar tidak mual.
Kau
penyair dari kendal yang di banggakan istri dan orang-orang tersayangmu. Terima
kasih telah membuat kami berfikir kembali untuk merangkai kata yang indah
seperti apa yang engkau tujukan kepada kami. Kami mahasiswa yang menikmati
dunia perkuliahan bukan tidak suka membaca tapi ini menjadi sebuah hobi,
terkadang bagi kami membaca hanya untuk mengisi waktu luang. Tapi kami sadar
dan amat tersadar bahwa dunia perkuliahan tidak lagi sama dengan dunia SMA yang
materi dengan jelas di berikan oleh guru kami. Kami jelas berusaha untuk
membaca sebagai kebutuhan kami sehari-hari, karena jika tidak membaca apapun
kami hanya menjadi seperti kerbau yang mudah untuk di ajak kesana kemari tanpa
adanya sebuah tujuan, karena itu kami tetap berusaha membaca apapun yang
berdampak positif untuk hidup kami, agar kami tidak tertinggal oleh zaman yang
begitu keras dan dunia yang begitu fana. Bukannya kami tidak mau berterus
terang wahai penyair dari kendal tetapi terkadang kami bingung sendiri untuk
merangkai kata untuk di ucapkan lewat alat tutur kami, kami para mahasiswa yang
suka makan pagi di gabung dengan makan siang tetap mempunyai gagasan
tersendiri, namun terkdang itu kendala kami bingung sendiri untuk
mengutarakannya, membaratkannya atau apalah itu namanya. Buktinya kami
mempunyai gagasan tersendiri ketika kami
memberi tanggapan tentang koran,esai,atau pun drama yang baru di tampilkan
kemarin, kami tetap berbeda cerita berbeda konsep karena kami mempunya akal dan
fikiran masing-masing.
Tak apa kau menyuruh kami untuk
membeli buku,koran,majalah atau apalah itu entah namanya. Suatu saat pasti buku
itu,koran,majalah dan semua isi yang ada di dalamya akan bermanfaat suatu saat,
akan teringat pernah membaca buku,koran,majalah ketika orang lain bertanya.
Semua tak ada yang sia-sia di dunia ini,semua akan membuahkan hasil tak usah
kau minta maaf, kami yang seharusnya minta maaf dan mengucapkan rasa terima
kasih kami padamu yang telah memberikan semua apa yang kau punya kepada kami
tinggal kami yang harus berusaha mengembangkannya. Kami ucapakan terima kasih
dari kami mahasiswa pencinta mie instan. Kami sadar jika bukan karena engkau
kami tidak tau apa itu penulisan media massa, apa itu isi dalam koran,buku dan
majalah. Yang penting semua itu tidak akan sia-sia untuk kami. Awalnya membaca
surat ini merasa ingin minum obat sakit kepala tetapi di paragraf ke 6 kami
mulai berpikir “iya masa depan tidak dengan mudah di raih tanpa adanya sebuah
perjuangan dan kerja keras dari kami sendiri dan engkau hanya menuntun kami”.
Dosenku yang paling baik
sampai-sampai kau tak sampai hati untuk tinggalkan kami. Saat ini kami masih
memahami potensi dari kami, memahami apa yang ada dalam diri kami, kami harus
menggali potensi itu kalau tidak begitu hanya lah sia-sia hidup selama ini jika
tidak menemukan sebuah potensi yang terpendam dalam diri ini. Semua akan ada
waktunya ketika potensi itu muncul ke permukaan, setiap insan di dunia ini
pasti mempunyai sebuah potensi yang sangat luar biasa, contoh engkau penyair
dari kendal. Engkau pandai membuat syair,membuat sebuah esai yang mudah di
terbitkan dalam media massa yang membuat orang terkagum dengan karya esaimu. Niatan
kami untuk bertahan hidup adalah untuk membanggakan orang tua kami, berguna
bagi bangsa dan negara dan berguna bagi orang lain, motivasi kami untuk kuliah
berpendidikan itu penting untuk mencapai sebuah masa depan yang lebih cerah,
walau ada orang yang tidak kuliah itu sukses tapi sukses itu semuanya butuh kerja
keras dan perjuangan yang begitu berat, tidak ada masa depan yang datang secara
instan itu mustahil di dunia ini. Jika ada yang berbicara dalam kelas sendiri
itu datangnya dari individu tersebut mereka yang butuh, engkau hanya
menyampaikan apa yang engkau tahu dan yang engkau punyai semua kembali kepada
individu tersebut bagaimana dia menggunakan apa yang engkau berikan, kami
berharap semua yang engkau berikan sangat berguna di masa yang akan datang kami
bangga mempunyai guru seperti engkau.
Kami dari mahasiswa yang suka
makanya di jamak antara pagi dan siang menjadi satu. Entah buku apa saja yang
sudah dibaca,koran apa yang dibaca,majalah apa yang di simak. Mungkin dari kami
ada yang membaca jika ada sebuah buku yang menarik saja ataupun sebuah novel
yang cukup menarik pembacanya atau komik yang begitu disukainya. Seperti
menyukai sebuah komik dari kartun anime naruto pasti akan membeli dari seri ke
seri. Koran, pasti membaca jika ada yang penting dan jika ada yang di cari itu
di baca dari halaman ke halaman. Entah apa yang sebenarnya membuat kami agak
malas untuk membaca sebuah koran padahal sebenarnya di dalam sebuah koran
terdapat sebuah pengetahuan baru atau pun sebuah berita yang begitu penting,
kan membaca adalah gerbang dunia dari membaca kita dapat mengetahui apa yang
terjadi di luar sana tanpa harus menuju tempat tersebut. Benar apa kata kau
tugas itu di kerjakan bukan cuman di pikirkan,bukan cuman mengeluh saja jika
begitu percuma saja, manfaat dari tugas sebenarnya mengaplikasikan apa yang di
pelajari seperti tugas membuat esai itu mengeluarkan kosa kata dari yang kita
punya selama ini, membuat kita berpikir kosa kata yang lebih luas. Dan kami
akan menggali potensi itu. Percaya potensi luar biasa itu ada dalam diri kita
masing-masing.
Dosenku yang sedang berbahagia.
Baiklah, mari kita lakukan sebuah perbuatan yang tidak merugikan orang lain,
mari kita ciptakan sebuah tindakan yang baik dari hati agar bermanfaat untuk orang lain.
Percayalah semua pasti bermanfaat dan berguna dan tak sia-sia. Sampai jumpa.
Semoga kita bertemu dalam kuliah atau pun pertemuan selanjutnya. Dariku untukmu
atas nama segala rindu. Salam. (MPAK)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar